Indeks Saham (sumber gambar: livescience.com)

Pasca pemilihan presiden 9 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat tinggi pada transaksi pagi ini. Berdasarkan pantauan IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.165,42 atau melonjak 140,7 poin (2,8 persen), sebelum kembali perlahan menurun.

Naiknya IHSG berbanding terbalik dengan saham-saham milik media yang menyiarkan hitung cepat (quick count) pemilihan presiden yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa. Dua grup media tersebut yaitu VIVA dan MNCN mengalami nilai saham yang terjun bebas pada perdagangan hari ini (10/7/2014).

Hal berbeda terjadi pada saham PT Surya Citra Media Tbk yang membawahkan stasiun televisi SCTV. Emiten berkode SCMA ini pada waktu yang sama telah menguat sebesar 3,34 persen menjadi Rp 3.715 per saham.

Untuk lebih lengkapnya, berikut lampiran daftar saham-saham Grup MNC (Hary Tanoe) yang melorot pagi ini per pukul 10.48 WIB:

– PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
Saham MNCN merosot 4,40 persen menjadi Rp 2.610. Saham MNCN sempat tertekan hingga ke posisi Rp 2.550.

– PT MNC Land Tbk (KPIG)
Saham KPIG anjlok 5,32 persen menjadi Rp 1.245. Pada transaksi sebelumnya, saham properti ini sempat melorot ke level Rp 1.180.

Sedangkan saham-saham Grup Bakrie yang mengalami tekanan antara lain :

– PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI tertekan hingga 4,35 persen menjadi Rp 154. Sebelumnya, saham ini sempat turun ke level Rp 153.

– PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)
Saham VIVA merosot 4,48 persen menjadi Rp 257. Saham ini bahkan sempat menyentuh level Rp 253 pagi tadi.

– PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
Saham ENRG tertekan 1,08 persen menjadi Rp 92. Namun, pergerakannya cukup fluktuatif di dua zona.

Menurut Satrio Utomo dari Head of Research Universal Broker Indonesia, bisnis media adalah bisnis kepercayaan. Jika sebuah media menayangkan informasi yang tidak benar, hal itu akan memengaruhi kelanjutan bisnis dan pendapatan perusahaan.

Pantauan dari situs Kompas.com, Satrio Utomo mengatakan turunnya saham VIVA dan MNCN  sangat berkaitan dengan hasil quick count yang dinilai tidak benar, yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa. “Investor paham, itu tidak benar, sehingga mereka memilih melepas saham dua emiten itu,” tambahnya.

TV One, MNC TV, Global TV, dan RCTI menayangkan hasil quick count yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Hasil tersebut berkebalikan dengan hasil hitung cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei yang lebih kredibel dan netral milik pemerintah seperti RRI.